Kenapa Es Mengapung di Air Padahal Sama-Sama H₂O? Ternyata Air Punya Sifat yang Aneh
Ambil segelas air.
Masukkan beberapa es batu.
Es tidak tenggelam ke dasar gelas.
Ia mengapung.
Kita melihat fenomena tersebut hampir setiap hari sehingga terasa sangat normal. Es di minuman memang seharusnya berada di atas.
Tetapi kalau dipikirkan lagi, sebenarnya ada sesuatu yang cukup aneh.
Air dan es tersusun dari molekul yang sama:
H₂O.
Es hanyalah air yang membeku.
Lalu kenapa es mengapung di air?
Bukankah benda padat biasanya terasa lebih rapat daripada bentuk cairnya?
Besi padat tenggelam dalam besi cair. Banyak material juga menjadi lebih rapat ketika berubah dari cair menjadi padat.
Air justru melakukan sesuatu yang berbeda.
Ketika membeku, struktur molekulnya membuat volumenya bertambah dan massa jenisnya turun.
Hasil akhirnya adalah fenomena yang kita kenal:
es mengapung di atas air.
Dan ternyata sifat sederhana tersebut mempunyai konsekuensi yang sangat besar bagi kehidupan di Bumi.
Untuk Memahami Es, Kita Harus Memahami Massa Jenis
Bayangkan dua kotak dengan ukuran sama.
Kotak pertama berisi kapas.
Kotak kedua berisi batu.
Walaupun volumenya sama, beratnya berbeda.
Batu mempunyai lebih banyak massa dalam ruang tersebut.
Konsep inilah yang disebut density atau massa jenis.
Secara sederhana:
massa jenis = massa ÷ volume.
Benda dengan massa yang besar tetapi volume kecil mempunyai massa jenis tinggi.
Sebaliknya, benda dengan massa relatif kecil dalam volume besar mempunyai massa jenis lebih rendah.
Mengapung Tidak Ditentukan oleh Berat Saja
Kita sering mengatakan:
“Es mengapung karena ringan.”
Kalimat tersebut tidak sepenuhnya menjelaskan fenomenanya.
Sebuah gunung es bisa mempunyai massa jutaan ton dan tetap mengapung.
Sebaliknya, sebuah koin kecil bisa tenggelam.
Jadi pertanyaannya bukan hanya:
berapa berat benda tersebut?
Tetapi:
bagaimana massa jenis benda dibandingkan dengan cairan di sekitarnya?
Benda yang Kurang Padat daripada Cairannya Cenderung Mengapung
Jika rata-rata massa jenis suatu benda lebih rendah daripada cairan yang ditempatinya, gaya apung dapat membuatnya mengapung.
Es mempunyai massa jenis lebih rendah daripada air cair.
Karena itulah es berada di permukaan.
Tetapi sekarang muncul pertanyaan yang lebih menarik.
Kenapa air yang sama justru menjadi kurang padat ketika membeku?
Biasanya Pendinginan Membuat Molekul Mendekat
Pada banyak zat, ketika suhu turun, gerakan partikel berkurang.
Partikel dapat tersusun lebih rapat.
Volume mengecil.
Massa jenis meningkat.
Kemudian ketika zat berubah menjadi padat, strukturnya menjadi relatif rapat.
Kalau air mengikuti pola sederhana tersebut terus-menerus, es seharusnya lebih padat daripada air.
Dan es akan tenggelam.
Tetapi air mempunyai karakter molekuler khusus.
Molekul Air Sangat Kecil tetapi Bentuknya Penting
Satu molekul air terdiri dari:
dua atom hidrogen
dan
satu atom oksigen.
Ditulis:
H₂O.
Namun molekul tersebut bukan garis lurus sederhana.
Geometri dan distribusi muatannya membuat molekul air bersifat polar.
Sederhananya, distribusi muatan listrik pada molekul air tidak benar-benar merata.
Hal tersebut memungkinkan molekul air berinteraksi kuat satu sama lain.
Di Sini Ikatan Hidrogen Mulai Berperan
Antarmolekul air dapat terbentuk interaksi yang disebut:
hydrogen bond atau ikatan hidrogen.
Jangan bayangkan ikatan ini sebagai lem permanen.
Dalam air cair, jaringan ikatan hidrogen terus:
terbentuk,
putus,
dan tersusun kembali.
Molekul-molekulnya tetap bergerak.
Strukturnya dinamis.
Ketika suhu turun dan air mulai membeku, situasinya berubah.
Saat Membeku, Molekul Air Membentuk Struktur yang Lebih Teratur
Pada es biasa, molekul air tersusun dalam struktur kristal yang dipengaruhi oleh ikatan hidrogen.
Struktur tersebut mempunyai ruang yang relatif lebih terbuka dibanding susunan rata-rata molekul dalam air cair.
Artinya molekul-molekul tidak sekadar “berhenti bergerak lalu menempel sepadat mungkin”.
Mereka membentuk pola tertentu.
Dan pola tersebut membutuhkan ruang.
Inilah Alasan Volume Air Bertambah Saat Membeku
Bayangkan 100 gram air.
Kemudian air tersebut dibekukan.
Massanya tetap kira-kira:
100 gram.
Tetapi volumenya bertambah.
Karena:
massa tetap
sementara
volume meningkat,
maka massa jenisnya turun.
Inilah jawaban inti kenapa es lebih ringan dari air dalam penggunaan sehari-hari: yang sebenarnya lebih tepat adalah es memiliki massa jenis lebih rendah daripada air cair.
“Lebih Ringan” Sering Membingungkan
Satu kilogram es tetap mempunyai massa satu kilogram.
Satu kilogram air juga satu kilogram.
Jadi bukan berarti setiap potongan es secara absolut lebih ringan daripada setiap jumlah air.
Yang dibandingkan adalah massa dalam volume tertentu.
Misalnya volume yang sama:
1 liter es
dan
1 liter air cair.
Jumlah massanya berbeda karena density-nya berbeda.
Seberapa Besar Perbedaannya?
Pada kondisi sekitar titik beku, massa jenis es biasa kira-kira sekitar 0,92 g/cm³, sedangkan air cair berada mendekati 1 g/cm³, bergantung pada temperatur.
Itulah mengapa sebagian besar volume es berada di bawah permukaan air tetapi sebagian kecil tetap muncul di atas.
Fenomena ini mudah dilihat pada es batu.
Dan dalam skala raksasa, kita melihatnya pada gunung es.
Kenapa Gunung Es Sebagian Besarnya Berada di Bawah Air?
Karena perbedaan massa jenis es dan air tidak terlalu besar.
Es memang kurang padat.
Tetapi tidak jauh lebih rendah.
Karena itu es harus memindahkan volume air yang cukup besar sampai gaya apung menyeimbangkan beratnya.
Hasilnya, sebagian besar gunung es tetap berada di bawah permukaan.
Inilah asal logika ungkapan:
“tip of the iceberg.”
Bagian yang terlihat hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan.
Archimedes Membantu Menjelaskan Mengapung
Fenomena mengapung berkaitan dengan prinsip Archimedes.
Sebuah benda yang berada dalam fluida mengalami gaya ke atas sebesar berat fluida yang dipindahkannya.
Ketika es masuk ke air, ia memindahkan sejumlah air.
Es akan turun sampai gaya apung cukup untuk menyeimbangkan berat es.
Pada titik itu:
es mengapung dalam keadaan setimbang.
Kalau Es Mencair, Apakah Gelas Akan Meluap?
Ini eksperimen sederhana yang menarik.
Isi gelas dengan air.
Masukkan es yang mengapung.
Tandai permukaan air.
Tunggu sampai es mencair.
Secara ideal, untuk es yang hanya mengapung di air dan tanpa faktor tambahan seperti benda lain yang terperangkap, permukaan air tidak naik hanya karena es tersebut mencair.
Kenapa?
Karena ketika mengapung, es sudah memindahkan air dengan berat yang sama dengan berat es tersebut.
Ketika mencair, es berubah menjadi jumlah air dengan massa yang sama.
Ini Berbeda Kalau Es Berada di Daratan
Di sinilah konsep sederhana dari segelas air menjadi sangat penting dalam pembahasan kenaikan permukaan laut.
Es laut yang sudah mengapung dan es yang berada di daratan tidak mempunyai efek yang identik ketika mencair.
Es daratan seperti:
gletser,
atau lapisan es yang berada di atas daratan,
dapat menambahkan air ke laut ketika mencair dan mengalir ke sana.
Jadi analogi es batu dalam gelas tidak boleh digunakan sembarangan untuk menyimpulkan seluruh mekanisme sea-level rise.
Air Punya Keanehan Lain: Density Maksimum Sekitar 4°C
Air tidak hanya aneh ketika berubah menjadi es.
Air cair sendiri mempunyai perilaku density yang tidak biasa.
Ketika air didinginkan dari suhu yang lebih tinggi, density-nya meningkat sampai sekitar 4°C.
Tetapi jika terus didinginkan menuju 0°C, air mulai sedikit mengembang kembali.
Artinya air paling padat berada sekitar 4°C pada tekanan atmosfer biasa.
Ini disebut density anomaly of water.
Kenapa Ini Penting untuk Danau?
Bayangkan musim dingin di wilayah dingin.
Udara membuat permukaan danau semakin dingin.
Air yang mendingin akan tenggelam selama density-nya meningkat.
Tetapi ketika mendekati kondisi tertentu di sekitar 4°C, pola berubah.
Air yang lebih dingin lagi tidak terus menjadi semakin padat.
Akhirnya air paling dingin berada dekat permukaan dan dapat membeku.
Es Kemudian Terbentuk di Permukaan
Karena es mempunyai massa jenis lebih rendah daripada air cair, ia tidak tenggelam.
Ia tetap berada di atas.
Lapisan es tersebut kemudian dapat bertindak sebagai penghambat perpindahan panas antara air di bawah dan udara dingin di atas.
Danau tidak harus membeku menjadi blok es dari dasar sampai permukaan.
Bayangkan Kalau Es Tenggelam
Sekarang kita buat eksperimen pikiran.
Misalnya air mempunyai sifat seperti banyak zat lain.
Ketika membeku:
es menjadi lebih padat.
Es tenggelam.
Permukaan air kembali terkena udara dingin.
Lapisan baru membeku.
Kemudian tenggelam lagi.
Proses dapat membuat badan air membeku dengan pola yang sangat berbeda.
Kehidupan Air Akan Menghadapi Kondisi yang Jauh Lebih Sulit
Dalam dunia nyata, lapisan es di permukaan membantu memisahkan air di bawah dari udara sangat dingin.
Air di bawahnya dapat tetap cair.
Organisme akuatik masih mempunyai habitat.
Ikan tidak harus berada di dalam blok es padat sepanjang musim dingin.
Sifat molekul air yang tampaknya kecil ternyata mempunyai konsekuensi ekologis besar.
Es Bisa Menjadi Insulator
Kita sering menganggap es hanya sebagai benda dingin.
Tetapi lapisan es dan salju juga dapat memperlambat transfer panas.
Salju bahkan mengandung banyak ruang udara, sehingga dapat menjadi insulator yang cukup efektif.
Itulah mengapa beberapa hewan menggunakan salju sebagai bagian dari perlindungan terhadap suhu ekstrem.
Dingin di luar tidak selalu berarti bagian di bawah salju sama dinginnya.
Kenapa Pipa Air Bisa Pecah Saat Membeku?
Sekarang sifat yang sama menimbulkan masalah.
Air berada di dalam pipa.
Suhu turun.
Air membeku.
Ketika membentuk es, volumenya bertambah.
Jika sistem tertutup dan tekanan meningkat, pipa atau sambungan dapat rusak.
Jadi fenomena yang membuat es mengapung juga berkaitan dengan alasan freezing water bisa merusak struktur.
Botol Air Penuh Bisa Mengembang di Freezer
Coba masukkan wadah berisi air terlalu penuh ke freezer.
Setelah membeku, kamu mungkin melihat:
wadah berubah bentuk,
tutup terdorong,
atau bahkan wadah tertentu retak.
Air membutuhkan lebih banyak volume ketika berubah menjadi es biasa.
Karena itu wadah membutuhkan ruang ekspansi.
Kenapa Batu Bisa Retak karena Air?
Air masuk ke celah kecil pada batu.
Kemudian suhu turun.
Air membeku dan mengalami ekspansi.
Siklus:
membeku,
mencair,
masuk lagi,
membeku lagi
dapat membantu memperbesar retakan pada kondisi yang sesuai.
Proses seperti freeze-thaw weathering berperan dalam pelapukan batuan di berbagai lingkungan.
Fenomena Molekul Bisa Mengubah Bentang Alam
Ini salah satu hal menarik dalam sains.
Kita mulai dari:
molekul H₂O.
Kemudian:
ikatan hidrogen.
Lalu:
es mengembang.
Setelah itu:
batu retak.
Dalam jangka panjang:
bentuk permukaan bumi ikut berubah.
Skala molekuler dan skala geografis ternyata terhubung.
Kenapa Jalan Bisa Rusak di Negara dengan Musim Dingin?
Air dapat masuk ke retakan atau pori pada material jalan.
Siklus freeze-thaw dapat berkontribusi terhadap kerusakan ketika kondisi material dan lingkungan mendukung.
Lalu kendaraan memberi tekanan tambahan.
Retakan berkembang.
Lubang dapat terbentuk.
Tentu kerusakan jalan mempunyai banyak penyebab, tetapi air dan siklus pembekuan merupakan salah satu faktor penting di iklim tertentu.
Air Adalah Molekul yang Sangat Tidak Biasa
Sifat aneh air tidak berhenti pada es mengapung.
Air juga mempunyai:
kapasitas panas yang relatif tinggi,
tegangan permukaan,
kemampuan melarutkan banyak zat,
dan perilaku termal yang menarik.
Banyak sifat tersebut berhubungan dengan polaritas dan interaksi antarmolekul air.
Itulah sebabnya H₂O begitu penting dalam kimia dan biologi.
Kenapa Air Butuh Banyak Energi untuk Berubah Suhu?
Air mempunyai specific heat capacity yang relatif tinggi.
Artinya diperlukan cukup banyak energi untuk mengubah temperatur sejumlah air dibanding banyak material lain.
Ini membantu laut dan badan air besar menyerap serta melepaskan panas secara perlahan.
Akibatnya air mempunyai peran besar dalam sistem iklim.
Laut Membantu Menstabilkan Temperatur
Daratan dapat memanas dan mendingin relatif cepat.
Laut merespons perubahan energi lebih lambat.
Itulah salah satu alasan daerah pesisir sering mempunyai pola temperatur berbeda dibanding wilayah jauh di pedalaman.
Sekali lagi, sifat molekuler air berujung pada fenomena skala planet.
Kenapa Keringat Bisa Mendinginkan Tubuh?
Air membutuhkan energi untuk menguap.
Ketika keringat menguap dari kulit, energi panas digunakan dalam proses tersebut.
Hasilnya membantu tubuh melepaskan panas.
Evaporative cooling juga digunakan dalam berbagai sistem lain.
Air bukan hanya sesuatu yang kita minum.
Sifat fisiknya ikut membantu mekanisme pengaturan temperatur tubuh.
Kenapa Air Membentuk Tetesan?
Molekul air saling menarik.
Interaksi tersebut menghasilkan surface tension.
Karena itu air dapat membentuk tetesan dan beberapa objek kecil dapat berinteraksi dengan permukaan air dengan cara yang tampak aneh.
Serangga tertentu bahkan memanfaatkan tegangan permukaan untuk bergerak di atas air.
Satu Molekul Sederhana Menghasilkan Banyak Fenomena
Formula air sangat pendek:
H₂O.
Hanya tiga atom dalam satu molekul.
Tetapi bagaimana atom tersebut:
tersusun,
berbagi elektron,
membentuk polaritas,
dan berinteraksi dengan molekul lain
menciptakan sifat makroskopik yang sangat kompleks.
Ini adalah contoh bagus mengapa:
“bahan penyusunnya sederhana”
tidak berarti:
“perilakunya sederhana.”
Es Juga Tidak Hanya Punya Satu Bentuk
Dalam kehidupan sehari-hari, kita mengenal es biasa.
Tetapi dalam ilmu material dan fisika, air dapat membentuk berbagai fase es pada kondisi tekanan dan temperatur berbeda.
Struktur kristalnya dapat berubah.
Beberapa fase bahkan mempunyai sifat density berbeda dari es yang biasa kita temui di freezer.
Jadi kalimat:
“es selalu lebih ringan dari air”
terlalu umum jika dibawa ke seluruh kondisi fisika ekstrem.
Es di Freezer Adalah Kondisi yang Sangat Spesifik
Ketika kita membahas es mengapung, biasanya yang dimaksud adalah fase es yang umum pada tekanan atmosfer normal.
Dalam kondisi sehari-hari, penjelasan density tadi bekerja sangat baik.
Tetapi sains selalu mempertimbangkan kondisi.
Temperature.
Pressure.
Composition.
Phase.
Satu zat dapat berperilaku berbeda ketika variabel tersebut berubah.
Bagaimana dengan Air Laut?
Air laut bukan air murni.
Ia mengandung:
garam,
mineral,
dan berbagai zat terlarut.
Salinitas memengaruhi density dan titik beku.
Karena itu hubungan antara es laut dan air laut sedikit lebih kompleks daripada es batu dalam segelas air tawar.
Air laut umumnya membeku pada suhu di bawah 0°C, tergantung salinitasnya.
Apa yang Terjadi dengan Garam Saat Air Laut Membeku?
Ketika kristal es terbentuk dari air laut, sebagian besar garam tidak masuk ke struktur kristal es dengan cara yang sama seperti molekul air.
Proses pembentukan sea ice dapat meningkatkan salinitas air di sekitarnya melalui brine rejection.
Air yang lebih asin dapat mempunyai density lebih tinggi.
Proses seperti ini ikut berhubungan dengan dinamika laut.
Dari Es Laut Kita Sampai ke Sirkulasi Samudra
Perbedaan:
temperatur
dan
salinitas
memengaruhi density air laut.
Density membantu menggerakkan bagian dari sirkulasi samudra global.
Jadi konsep yang awalnya kita gunakan untuk menjelaskan es batu juga penting dalam oceanography.
Sekali lagi:
density.
Kenapa Kapal Baja Bisa Mengapung Kalau Baja Lebih Padat dari Air?
Pertanyaan ini sering muncul setelah memahami density.
Baja memang lebih padat daripada air.
Kalau kita menjatuhkan blok baja padat, ia akan tenggelam.
Tetapi kapal bukan blok baja solid.
Lambung kapal berisi banyak ruang udara.
Akibatnya average density keseluruhan kapal dapat cukup rendah untuk memungkinkan kapal memindahkan air dalam jumlah yang menghasilkan gaya apung setara beratnya.
Bentuk Sangat Penting untuk Mengapung
Ambil aluminium foil.
Remas menjadi bola kecil.
Masukkan ke air.
Kemudian ambil foil lain dengan massa sama dan bentuk seperti mangkuk.
Perilakunya dapat berbeda karena bentuk memengaruhi berapa banyak air yang dapat dipindahkan sebelum benda terendam.
Jadi mengapung tidak hanya soal material.
Geometry juga berperan.
Es Tidak Membutuhkan Bentuk Kapal
Berbeda dengan baja, material es biasa sendiri sudah mempunyai density lebih rendah daripada air cair.
Karena itu potongan es solid pun dapat mengapung.
Tidak membutuhkan rongga udara seperti kapal.
Ini membuat es menjadi contoh yang sangat intuitif untuk memahami buoyancy.
Kenapa Es Batu Kadang Terlihat Retak Saat Dimasukkan ke Minuman?
Es dari freezer bisa berada pada temperatur jauh di bawah 0°C.
Ketika dimasukkan ke cairan yang jauh lebih hangat, bagian luar es memanas lebih cepat daripada bagian dalam.
Perbedaan temperatur menciptakan thermal stress.
Akibatnya es dapat:
retak,
berbunyi,
atau pecah.
Suara kecil dari gelas ternyata juga merupakan fenomena fisika.
Kenapa Es Bisa Menempel pada Kulit Basah?
Permukaan es sangat dingin.
Air tipis pada kulit dapat membeku atau menciptakan interaksi yang membuat kulit menempel sementara pada permukaan dingin.
Itulah mengapa menyentuh benda sangat dingin dengan kulit basah bisa berbahaya.
Fenomena tersebut berbeda dari alasan es mengapung, tetapi kembali menunjukkan betapa menariknya perubahan fase air.
Apa Itu Perubahan Fase?
Air dapat berada sebagai:
padat,
cair,
dan gas.
Es → air adalah melting.
Air → es adalah freezing.
Air → uap adalah vaporization.
Uap → air adalah condensation.
Dalam kondisi tertentu juga ada:
sublimation
dan
deposition.
Molekulnya tetap H₂O.
Yang berubah adalah organisasi dan energi sistemnya.
Kenapa Es Membutuhkan Panas untuk Mencair?
Es pada titik leburnya tidak langsung melonjak suhunya ketika menerima sedikit energi.
Energi dibutuhkan untuk mengubah struktur fase dari padat menjadi cair.
Energi tersebut berkaitan dengan latent heat of fusion.
Inilah alasan es sangat efektif untuk mendinginkan minuman.
Ia tidak hanya dingin.
Mencairnya es juga menyerap energi.
Itu Sebabnya Es Batu Lebih Efektif daripada Benda Dingin Tertentu
Bayangkan dua benda dengan temperatur awal sama.
Salah satunya hanya memanas.
Yang lain juga mengalami perubahan fase yang menyerap energi.
Material yang mengalami phase change dapat menyerap tambahan energi selama transisi.
Prinsip phase-change materials bahkan dimanfaatkan dalam berbagai aplikasi thermal management.
Kenapa Es Mengapung Sangat Penting untuk Bumi?
Sekarang kita kembali ke pertanyaan awal.
Kalau es tenggelam, dinamika danau dan perairan dingin akan berubah drastis.
Karena es mengapung:
permukaan membeku terlebih dahulu,
lapisan es terbentuk,
air di bawah dapat tetap cair,
dan ekosistem mempunyai kondisi yang memungkinkan kehidupan bertahan melalui musim dingin.
Satu sifat fisik mempunyai konsekuensi biologis.
Air Menunjukkan Bahwa “Normal” Tergantung Perspektif
Kita menganggap es mengapung normal karena melihatnya sejak kecil.
Tetapi dari perspektif sifat banyak material, ekspansi ketika membeku adalah sesuatu yang tidak biasa.
Kadang fenomena paling menarik bukan sesuatu yang langka.
Justru sesuatu yang setiap hari berada:
di gelas,
di freezer,
di hujan,
dan di laut.
Kita hanya terlalu terbiasa untuk bertanya.
Coba Eksperimen Sederhana di Rumah
Ambil botol plastik transparan.
Isi air, tetapi jangan penuh.
Tandai ketinggian air dengan spidol.
Masukkan ke freezer dalam posisi aman dan jangan gunakan wadah kaca tertutup penuh.
Setelah membeku, bandingkan volume es dengan tanda awal.
Kamu dapat melihat ekspansi tersebut secara langsung.
Tidak membutuhkan laboratorium.
Eksperimen Kedua: Es Mengapung
Masukkan es ke gelas air.
Perhatikan bagian yang berada di atas permukaan.
Kemudian tunggu sampai mencair.
Amati permukaan air.
Eksperimen sederhana ini menghubungkan:
density,
buoyancy,
phase change,
dan prinsip Archimedes.
Satu gelas air sudah menjadi laboratorium mini.
Eksperimen Ketiga: Bandingkan dengan Minyak
Air dan minyak mempunyai density berbeda.
Beberapa jenis minyak rumah tangga mengapung di atas air.
Masukkan es dan amati posisinya dengan hati-hati.
Perilaku benda dalam beberapa cairan menunjukkan bahwa “mengapung atau tenggelam” selalu bergantung pada perbandingan density.
Bukan label sederhana:
berat
atau
ringan.
Kenapa Pertanyaan Sederhana Bagus untuk Belajar Sains?
“Kenapa es mengapung?”
terlihat seperti pertanyaan anak kecil.
Tetapi untuk menjawabnya dengan lengkap kita masuk ke:
kimia molekuler,
fisika,
termodinamika,
oceanography,
geology,
climate science,
dan biology.
Sains sering bekerja seperti itu.
Satu pertanyaan membuka pintu ke banyak disiplin.
Kita Tidak Harus Memulai dari Rumus
Banyak orang merasa sains sulit karena membayangkan halaman penuh persamaan.
Padahal curiosity bisa dimulai dari observasi.
Kenapa?
Apa yang berubah?
Apa yang tetap?
Apa yang terjadi kalau kondisinya dibalik?
Setelah konsep dipahami, matematika memberikan cara yang lebih presisi untuk menjelaskannya.
“One Plus One Is Three” Sangat Cocok dengan Fenomena Air
Secara literal, satu tambah satu tentu bukan tiga dalam aritmetika biasa.
Tetapi nama tersebut mengingatkan kita pada sesuatu yang menarik:
intuisi pertama tidak selalu cukup untuk memahami sebuah sistem.
Air cair menjadi es.
Molekulnya sama.
Massanya tidak tiba-tiba bertambah.
Tetapi volumenya berubah.
Density berubah.
Perilakunya berubah.
Dari komponen yang sama muncul sifat baru ketika strukturnya berubah.
Dalam sains, ini dekat dengan gagasan emergent properties.
Struktur Bisa Sama Pentingnya dengan Komposisi
Dua sistem dapat tersusun dari komponen yang sama tetapi mempunyai sifat berbeda karena cara komponennya diatur.
Air cair:
H₂O.
Es:
H₂O.
Komposisi molekul dasarnya sama.
Tetapi organization-nya berbeda.
Hasilnya:
sifat makroskopiknya berbeda.
Ini prinsip yang muncul di banyak bidang sains.
Karbon Memberi Contoh Lain
Diamond dan graphite sama-sama tersusun terutama dari karbon.
Tetapi struktur atomnya berbeda.
Akibatnya sifatnya sangat berbeda.
Diamond sangat keras dan transparan.
Graphite jauh lebih lunak dan dapat digunakan pada pensil.
Komponen saja tidak menentukan semuanya.
Arrangement matters.
Itulah Salah Satu Pelajaran Besar dari Es Batu
Ketika melihat es mengapung, kita sebenarnya melihat hubungan antara:
struktur mikroskopis
dan
perilaku makroskopis.
Kita tidak dapat melihat hydrogen bond dengan mata.
Tetapi kita dapat melihat konsekuensinya:
es berada di atas minuman.
Fenomena sehari-hari menjadi bukti bahwa dunia molekuler memengaruhi dunia yang bisa kita sentuh.
Kesimpulan
Jadi, kenapa es mengapung di air padahal keduanya sama-sama tersusun dari H₂O?
Jawabannya adalah massa jenis.
Ketika air membeku menjadi es biasa pada kondisi atmosfer, ikatan hidrogen membantu membentuk struktur kristal yang lebih terbuka dibanding susunan rata-rata molekul dalam air cair.
Massanya tidak bertambah.
Tetapi volumenya membesar.
Karena massa jenis adalah massa dibagi volume, bertambahnya volume membuat density es menjadi lebih rendah.
Itulah penjelasan yang lebih tepat di balik pertanyaan kenapa es lebih ringan dari air.
Bukan karena satu kilogram es mempunyai massa lebih kecil daripada satu kilogram air.
Melainkan karena untuk volume yang sama, es biasa mempunyai massa lebih rendah daripada air cair.
Akibatnya es mengapung.
Sifat tersebut menjelaskan banyak fenomena yang kelihatannya tidak saling berhubungan:
es batu di minuman,
gunung es,
danau yang membeku dari permukaan,
pipa yang pecah,
pelapukan batu,
hingga kondisi yang memungkinkan kehidupan akuatik bertahan pada musim dingin.
Semuanya dimulai dari molekul yang sangat sederhana:
H₂O.
Kadang pertanyaan paling menarik dalam sains bukan ditemukan di laboratorium canggih.
Kadang jawabannya sedang mengapung tepat di dalam gelas kita.